![]() |
| daerah.sindonews.com/ |
Untuk wilayah sumatera selatan siapa yang tidak mengetahui gunung Dempo, hampir semua masyarakat mengetahui gunung ini. Gunung Dempo terletak di Kota Pagaralam sekitar tujuh jam perjalanan dari Kota Palembang menggunakan bis ataupun travel. Gunung dempo dengan ketinggian 3159 mdpl ini menjadi suatu ikon di kawasan Kota Pagaralam. Gunung ini juga pernah didaki oleh Fiersa Besari dan tim pada tahun 2022. Serta dinyanyikan dalam lagu oleh Hutan Tropis Band.
Pendakian gunung dempo terdapat dua jalur yaitu jalur kampung
IV dan jalur rimau, menurut kabar ada satu jalur lagi yaitu via Jarai, saya tidak mengetahui jalur itu dan banyak masyarakat yang belum mengetahuinya. Saat ini pendakian hanya boleh melalui jaur kampung IV saja yang
memakan kurang lebih 10-12 jam perjalanan, sedangkan jalur Rimau memakan waktu
6-8 jam perjalanan mendaki. Jalur rimau saat ini hanya boleh digunakan
untuk evakuasi jika terjadi bencana ataupun kecelakaan.
Kali ini saya akan kembali menceritakan perjalanan saya. Perjalanan
ini merupakan sudah berlalu beberapa tahun yang lalu, mungkin tepatnya di tahun
2019. Sebelum saya dan tim mencoba memulai jalur rimau, kami pernah mencoba pendakian jalur kampung IV pada malam pergantian tahun 2018 ke 2019 hanya saja
saat itu salah satu rekan saya kakinya keseleo akibat terpleset, ditambah lagi
saat itu terjadinya bencana gempa yang cukup kuat sehingga tidak memungkinkan
untuk melakukan perjalanan. Oleh karena itu kami memutuskan untuk ngecamp di perkebunan teh
sebelum melanjutkan perjalanan pulang.
Kemudian, pada april ditahun yang sama kami memutuskan untuk
melanjutkan pendakian. Kali ini pendakian kami tidak melalui jalur kampung IV sebaliknya melalui jalur rimau. Perjalanan
ini kami mulai dari salah satu rumah teman kami yang berada di Kota Pagaralam, Sekitar
45 menit dari rumahnya menuju pendakian via rimau. Kami berfoto bersama di
depan rumah salah satu teman saya sebelum berangkat.
Sesaat setelah sampai di pintu masuk kami berdoa bersama dan
kemudian melanjutkan pendakian. Perjalanan yang kami lalui cukup
terjal, banyak tanjakan yang sedikit membuat kami ngos-ngosan. Sehingga banyak
foto yang tidak dapat kami dokumentasikan secara detail. Dalam perjalanan kami
melalui shelter 1, dangau Pleci shelter 2 dan shelter 3 dan lainnya. Hanya beberapa
foto saja yang dapat kami dokumentasikan dalam perjalanan pendakian tersebut.
Ketika kami hampir sampai area (hutan mati) akibat gunung dempo
kebakaran kala itu sehingga terdapat area tanaman hampir
menyeluruh mati sehingga disebut hutan mati. Hutan ini menandakan untuk
mencapai puncak dempo. Di hutan mati ini dan puncak dempo kami beristirahat
sebentar dan berfoto sebelum menuju pelataran untuk bermalam.
Oh ya sebelum lanjut, fyi
gunung dempo terdapat dua puncak yaitu puncak dempo dan puncak merapi, kita
akan bermalam di pelataran antara kedua puncak tersebut. Jadi, masyarakat lebih mengenal gunung dempo daripada gunung merapinya, hal ini karena view yang menghadap kota Pagaralam adalah
gunung dempo dan dilihat secara sekilas memang menyatu namun ketika dipuncak, gunung
tersebut memiliki dua puncak gunung.
Dipelataran kami membentang tenda serta memasak di dalam tenda, saat itu terjadi badai saat kami memasang tenda yang mengakibatkan kami memasak didalam tenda serta kami harus cepat-cepat memasang tenda dan langsung masuk kedalam tenda untuk menghangatkan badan kami. Sempat kami membuat kopi dan bercerita menikmati malam sebelum kami tidur untuk menikmati esok hari.
Keesokannya, kami melakukan summit puncak merapi untuk
menikmati dan melihat kawah gunung merapi. Perjalanan summit ini membutuhkan
waktu sekitar 30-35 menit perjalanan. Kontur perjalanan pun sudah bebatuan. Kami
menikmati pemandangan dan mengambil beberapa foto. Hanya saja warna kawah kali ini
tidak hijau seperti biasanya melainkan abu-abu pada umumnya.
Setelah menikmati pemandangan kawah dan foto-foto, kami kembali turun ke pelataran kami berkemas dan sarapan sebelum melakukan penurunan gunung untuk kembali pulang kerumah. Maaf tidak bisa menampilkan foto-foto secara detail namun saya selipkan video yang dibuat salah satu teman saya dalam perjalanan kami.
Terima kasih sudah membaca perjalanan saya ;)















































