Cerita Perjalanan Ke Banjarmasin (Edisi Lomba Karya Tulis Ilmiah Part 1)
2/21/2023#ceritaperjalanan ini merupakan momen yang sangat berharga bagi saya, karena hampir keseluruhan kegiatan perjalanan merupakan kegiatan pertama kali saya lakukan. Seperti terbang dengan pesawat merupakan hal yang pertama bagi saya, mengikuti lomba pertama kali untuk antar universitas, pertama kali saya menginjakan pulau Kalimantan, serta pertama kali saya menginjakan zona wilayah waktu yang berbeda. Pada umumnya banyak serba pertama kali dihidup dan pengalaman saya untuk cerita kali ini, yaitu di kota seribu sungai.
Kali ini akan saya ceritakan ulang dan mungkin tidak terlalu
mendetail karena perjalanan ini terjadi di tahun 2018, tepatnya 3 Oktober – 7 Oktober
2018, sekitar 5 hari perjalanan. Saya mengulang cerita ini agar tetap tersimpan
dan terkenang selama perjalanan saya dahulu. Perjalanan ini akan saya ceritakan
seingat dan semampu saya sesuai petunjuk dokumentasi yang pernah diambil dan
berdasarkan pengalaman versi saya.
Kendati mengikuti lomba KTI (Karya Tulis Ilmiah) Ecsos 2018
di Universitas Lambung Mangkurat yang disarankan salah satu senior kami di sebuah
organisasi. Sempat pesimis mengikuti lomba tersebut berhubungan belum adanya
pengalaman saya yang memadai. Namun, dengan tekat dan niat yang serius kami
lanjutkan untuk tetap mengikutinya. Beruntungnya saya bersama dua kolega saya
yang pernah berkecimpung di dunia kepenulisan dan sudah pernah mengikuti
ataupun menjuarai lomba kepenulisan. sehingga saya yang mesti cukup banyak belajar.
Seminggu kami mengirimkan sebuah abstrak, nama kami keluar
sebagai salah satu delegasi lomba Ecsos 2018 di Universitas Lambung Mangkurat. Singkat cerita kami mengusulkan dana perjalanan ke rektorat untuk
mensubsidi keberangkatan kami yang membawa nama universitas kami. Banyak cerita
dalam pengurusan pendanaan ini yang dimana hampir kami tidak jadi berangkat. Alhamdulilahnya,
kami masih mendapatkan kesempatan dan bantuan pendanaan untuk keberangkatan kami.
Hari Pertama – 3 Oktober 2018
Setelah mempersiapkan semuanya dan bersiap berangkat. Dari domisili menuju bandara Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II kami menggunakan travel yang memakan waktu kurang lebih 1,5 jam perjalanan. Saat itu kami berangkat setelah subuh dikarenakan jadwal keberangkatan pesawat kami jam 6.45 WIB.
Setibanya di bandara SMB II kami langsung Check In menuju
Pesawat yang akan kami tumpangi. Saat itu pesawat yang kami tumpangi adalah
lion air yang akan transit terlebih dahulu di Jakarta bandara Soekarno Hatta
sebelum ke bandara Syamsudin Noor. Dari bandara SMB II ke bandara Soekarno hatta
menghasbiskan perjalanan kurang lebih 45 menit.
Pemandangan dan Pengalaman Pertama Kali Naik Pesawat
Pengalaman ini merupakan pengalaman yang menyenangkan dan menakutkan bagi saya. Hal menyenangkannya adalah saya dapat melihat awan langsung dari jendela pesawat serta pemandangan langsung dari jendela. awan-awan yang menggumpal dan rapi ketika dipandang. Namun, hal yang menakutkan juga saya rasakan secara bersamaan, Alih-alih ketika pesawat take off saya merasakan rahang dan telinga saya merasa kesakitan. Untungnya teman saya mengingatkan saya itu dalah hal yang biasa ketika take off dan landing. Iapun memberikan tips untuk menggerakan rahang saya ataupun memakan sebuah makanan. Ia menjelaskan hal seperti ini akan selalu terjadi ketika didalam pesawat akibat perubahan suhu pada pesawat.
Di bandara soekarno hatta kami berpindah tempat dari terminal 2 ke terminal 1 untuk transit. Perjalanan ini sedikit melelahkan karena menuju terminal 1 dari terminal 2 lumayan jauh huhhh. Kami langsung menuju pesawat karena kurang lebih 10 menit lagi pesawat akan take off. Perjalanan dari bandara soetta ke bandara syamsudin Noor sekitar 1 jam 50 menit.
Setiba di bandara syamsudinoor kami diarahkan untuk naik
bis menuju pintu keluar dari bandara syamsudinoor. Mungkin itu salah satu
fasilitas yang ada di bandara syamsudin Noor pikirku. Sesampainya disana kami
mununggu koper dari bagasi pesawat. Setelah mengambil koper dan kami keluar,
sudah ada panitia dari Ecsos 2018 Universitas Lambung Mangkurat menjemput kami.
Lucunya saya merasa jetlag disini karena saya lihat jam
tangan saya masih pukul 11.10 WIB sudah adzan dzuhur. Dengan polosnya saya
tanyakan ke salah satu panitia “mas, disini adzannya emang pukul 11.00 WIB yaa?”
tanyaku., “gak mas disini sudah pukul 12.10 WITA, mungkin karena masnya dari
Wilayah Barat jadi jam tangannya belum diubah, disini kita selisih 1 jam mas,
tempat kita lebih cepat 1 jam” jawab salah satu panitianya. “oh iya yaa, saya
lupa kalau Banjarmasin sudah masuk WITA” jawabku sambil tertawa dan kamipun
tertawa semua hehehehe.
Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin
Kamipun diantar panitia untuk sholat dzuhur terlebih dahulu di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Masjid terbesarnya di Banjarmasin.
Acara Welcome Party ECSOS 2018 di Menara Pandang Banjarmasin
![]() |
| sumber foto : travelingyuk.com |
Dari hotel kami dibawa menuju menara pandang banjarmsin. Kota banjarmasin terlihat jelas dari menara pandang, banyak lampu yang menghiasi kota ketika di malam hari serta sungai martapura yang masih sangat bersih di sisiran menara pandang banjarmasin.

.jpg)
0 comments